Nepenthes sp. tumbuhan liar yang unik…

Setahun yang lalu, ketika penulis pertama kali memasuki ekosistem gambut kawasan  Taman Nasional Sebangau, penulis merasa takjub karena seringkali menjumpai tumbuhan unik yang memiliki kantung. Tumbuhan ini menjalar di tanah berserasah tebal maupun merambat di tumbuhan lain. Dialah Nepenthes Sp. atau biasa disebut dengan nama lokal kantung semar. Mungkin banyak yang mengira kantung yang memiliki variasi bentuk & warna yang beraneka macam tersebut adalah bunga, namun kantung itu adalah ujung daun yang berubah bentuk menjadi kantung dan berfungsi menjebak serangga tertentu yang masuk ke dalam kantung. Kemudian si serangga dirombak menjadi unsur nitrogen dan senyawa sederhana lainnya oleh enzim proteolase yang ada di dalam kantung. Dengan kata lain, selain dari akar, unsur hara juga diperoleh tumbuhan ini dari serangga, dengan kemampuan ini maka tumbuhan ini digolongkan sebagai carnivorus plant dan ada juga yang menamakannya insectivorus plant.

Tidaklah sulit untuk mengenali tumbuhan ini di alam, jika kantung belum tumbuh umumnya daun memiliki sulur di bagian ujungnya dan ini lah yang membedakan dengan jenis tumbuhan lainnya. Hingga saat ini baru 4 (empat) jenis Nepenthes sp. dengan variasi bentuk dan warna kantung yang beraneka macam pada tiap jenis yang penulis ketemukan langsung di dalam hutan, namun tidak menutup kemungkinan jika ada jenis lainnya karena Nepenthes sp. memang ada yang dapat tumbuh mulai dari garis pantai sampai dataran tinggi. Tumbuhan ini bisa hidup di hutan hujan tropic dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas dan padang savanna. Adapun jenis – jenis yang kerap penulis jumpai di hutan rawa gambut Sebangau antara lain : Nepenthes gracilis Korth, Nepenthes mirabilis Druce, Nepenthes ampullaria Jack, Nepenthes raflesiana Jack.

Berikut ini merupakan deskripsi dari masing-masing jenis tersebut : 

1.    Nepenthes gracilis Korth

Jenis ini kerap kali dijumpai terutama pada area yang agak terbuka di sekitar sungai atau kanal maupun di dalam hutan. Jenis ini tumbuh merambat bahkan bisa mencapai ketinggian 5 meter dengan warna kantung bervasiasi mulai dari hijau, merah, cokelat kemerahan atau hitam kecokelatan. Bentuk kantong bulat di bagian bawah dan silinder di bagian tengah kemudian melebar lagi kearah mulut. Kantung memiliki penutup berbentuk oval dengan corak warna yang sama dengan warna kantung. Batang N. gracilis berbentuk segitiga dengan diameter kurang dari ½ cm. daunnya tipis seperti kertas dan tidak bertangkai (posisi duduk), berbentuk lanset dan ujungnya  lancip dengan sulur yang panjangnya bisa mencapai 15 cm.

 

Pada tempat yang kurang intensitas cahaya biasanya N. gracilis tumbuh kerdil dan berkantung polos. Sebagai contoh, di areal sekitar kanal SSI Resort Mangkok SPTN Wil. II Pulang Pisau banyak dijumpai N. gracilis yang merambat dengan kantung yang bergelantungan berukuran panjang hingga 12 cm, namun jika masuk lebih ke dalam hutan lagi, kantung N. gracilis semakin mengecil bahkan ada yang sangat mini berukuran 3 cm.

2.    Nepenthes mirabilis Druce

Jika dilihat sekilas, jenis ini mirip dengan N. gracilis. Bentuk kantungnya sama namun yang berbeda ialah bibir pada mulut kantungnya lebih tebal dan bulat jika dibandingkan N. gracilis. Selain itu bagian tepi daun N. mirabilis sedikit berberigi dan warna kantung hijau kemerahan, Habitatnya menyukai tempat yang terbuka (intensitas cahaya tinggi) dan dekat dengan air atau bahkan ada yang tumbuh di air. Sebagai contoh jika kita berjalan menyusuri pinggir kanal SSI KM.3 ke atas, kita akan menemukan jenis ini.

3.    Nepenthes ampullaria Jack

Jenis ini sangat berbeda dengan N. gracilis maupun N. mirabilis. Kantungnya bundar, lebih gendut dan lebih pendek, mirip seperti kendi. Tutup kantungnya pun lebih kecil dan menjuntai kearah luar sehingga air yang ada di dalam kantung juga lebih banyak. Kantung memiliki sayap di bagian atas sulur dan berbulu. Daun N. ampullaria melebar pada ujung daun dan permukaan daunnya terasa kasar. Batangnya berkayu dan berbentuk bulat dengan diameter ada yang mencapai 1 ½ cm dan tumbuh di tanah lembab di bawah tajuk yang sedang maupun rapat. Selain itu juga kerap ditemukan pada kayu-kayu yang lapuk bahkan bisa tumbuh memanjat hingga 5 – 6 meter. Sebagai contoh pada tipe hutan pole rendah di Resort Mangkok ± 300 m dari pinggir kanal.Variasi corak warna pada kantungnya beragam mengikuti warna bibirnya. Ada 5 corak yang penulis temukan langsung di lapangan.

4.    Nepenthes raflesiana Jack

Jika dibandingkan dengan jenis yang lain, kantung pada N. raflesiana memiliki bentuk yang lebih unik. Bagian bawah daun berwarna kemerahan dan terasa halus. Kantungnya terdiri dari dua macam yaitu kantung bawah dan kantung atas. Kantung bawah (daun yang dekat dengan tanah) memiliki bibir yang lebar dengan gigi yang pendek dan jelas. Bibir pada bagian depannya agak naik dan melebar pada bagian atasnya. Bentuk kantung bawah adalah bundar di bagian bawah dan silinder di bagian atas kantong. Sedangkan kantung atas (kantung/ daun yang jauh di atas tanah) berbentuk corong atau terompet.

Warna kantong atas hijau polos atau hijau dengan bercak cokelat atau merah. Tutup kantung berbentuk bulat telur. Warna kantung bawah bervariasi yaitu warna dasar putih atau hijau dengan perpaduan corak berwarna merah, cokelat hingga ungu. Sulur kantung bawah dari arah bawah depan kantung sedangkan sulur kantung atas dari arah bawah belakang kantung. Panjang kantung atas yang penulis pernah temukan di dalam kawasan TN Sebangau bisa hampir mencapai 30 cm sedangkan kantung bawah 25 cm. Tumbuh pada tempat yang lembab dan merambat pada tumbuhan lain. Jenis ini banyak ditemukan di sekitar KM 7 ke atas di sekitar kanal SSI Resort Mangkok.

Pada dasarnya, berdasarkan informasi yang penulis terima, masih banyak jenis Nepenthes sp. yang ada di dalam kawasan TN Sebangau, seperti Nepenthes albomarginata, Nepenthes Reinwardtiana, Nepenthes veitchii, Nepenthes bicalcarata, dan lain-lain. Namun berhubung ruang jelajah penulis yang belum luas sehingga hanya 4 jenis yang penulis pernah jumpai langsung, jadi hanya ke-4 jenis inilah yang bisa penulis ceritakan.

Konservasi insitu merupakan salah satu jalan terbaik karena dengan melihat tumbuhan ini menghiasi hutan rawa gambut Sebangau akan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi siapapun yang berkunjung ke dalam kawasan. Namun konservasi eksitu juga tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan. Penangkaran jenis Nepenthes sp. juga perlu dikembangkan baik sebagai media interpretasi maupun untuk diperbanyak/ budidaya secara komersil. Karena dari ke-empat jenis yang penulis ceritakan, berdasarkan kreiteria daftar CITES termasuk ke dalam apendiks II, yaitu jenis yang pada saat ini tidak termasuk kedalam kategori punah, namun memiliki kemungkinan punah jika perdagangannya tidak diatur. (Khulfi)

2 thoughts on “Nepenthes sp. tumbuhan liar yang unik…

  1. di tempat saya belakang rumah,. byk sekali nep0enthes tumbuh,. brbgai macam bentuk dan warna,. dimana saya bisa menjualny?
    jika ada yg cari add pin bb 20e28e92, hub 085750833995

    • waduh kalo menjualnya lebih baik bawa ke pameran2 aja om… trus tulis dijual gitu… yang penting nephentes itu emang hasil budidaya atau perkawinan yang ke dua… =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s