PENGUATAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN HUTAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI HUTAN

Khulfi M. Khalwani, S.Hut / E151124261

 

             Indonesia di sebut sebagai Negara mega biodiversity karena wilayah ekologi Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi. Bedasarkan penelitian bahwa 10 % jenis tumbuhan, 12 %  mamalia, 16 % reptil, 17 persen burung, 25 % ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi.           

            Luas hutan alam di Indonesia terus berkurang seiring desakan jumlah penduduk. Sedangkan kebutuhan akan industri kayu/ logging semakin meningkat. Pengelolaan hutan pada kehutanan Indonesia yang baru harus tetap melestarikan hutan alam yang kaya akan biodiversity,  dan memberikan  fungsi lainnya seperti sumber plasma nutfah, nilai ekowisata, fungsi hidrologi dan produksi oksigen.

            Untuk menghadapi maslah itu,  perlu pengembangan hutan tanaman, baik dalam bentuk HTI, hutan rakyat atau hutan milik, atau bentuk penanaman lainnya. Hutan tanaman berguna untuk suplay log/ kayu untuk industri, baik itu yang memerlukan kualitas kayu yang tinggi atau kayu cepat tumbuh. Selain itu hutan tanaman juga berguna memberikan hasil hutan non kayu.

            Minat untuk menanam kayu akan meningkat jika nilai kayu tinggi, seperti di daerah Jawa Timur dimana kayu sengon ditanam di persawahan. Akan tetapi, tingginya permintaan perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas. Banyak kayu-kayu yang masih muda/belum masa tebang sudah dimanfaatkan karena tingginya permintaan, sehingga teknologi baik untuk membangun hutan tanaman atau mengolah hasilnya (kayu) wajib tersedia.

            Ketersediaan teknologi  untuk pengolahan kayu diantaranya untuk sawn timber, veneer, plywood, LVL, glulam, CLT, particleboard, fiberboard, pulp and paper, wood plastic composite, dan modifikasi kimia kayu.

            Inovasi dan Sistem Inovasi yang tersusun dari klaster industri, kemitraan dan dinamika jaringan inovasi (triple helix) dan dimensi teritorial menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan kehutanan. Inovasi baik dalam hal teknologi maupun non teknologi, diperlukan untuk perbaikan struktur dan peningkatan rantai nilai di sektor kehutanan.

            Secara garis besar, hal-hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan pengelolan hutan Indonesia baru diantaranya : menjaga hutan alam; meningkatkan hutan tanaman untuk memenuhi permintaan; menjalin hubungan dengan komitmen internasional; memanfaatkan log diameter kecil untuk diproses menjadi berbagai macam produk; meningkatkan industri kecil (kehutanan) dan memberikan asistensi teknik yang diperlukan untuk industri kehutanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s