Cari

Khulfi's Blog

If life is a journey …

Peacock & Bull on Ujungkulon

banteng dan merak
Japanese tourist and local guide are watching for Peacock and the Wild Ox of Java on Ujungkulon National Park

Berkunjung ke cidaon – berseberangan dengan pulau peucang di Taman Nasional Ujung Kulon anda akan bisa mengamati secara langsung kehidupan banteng liar dan merak di savana ^^

 

forest seed sower it was called orangutan

Sang penabur benih hutan itu kami sebut Orangutan

Photo : Khulfi M Khalwani

pakan 2
Diospyros bornensis, salah satu makanan orangutan di hutan rawa gambut Sebangau
pakan 4
Manggis hutan  Garcinia sp (Photo : Khulfi M Khalwani)
pakan 3
Biji-bijian yang barusaja diludahkan oleh Orangutan setelah daging buahnya dikunyah (Photo : Khulfi M Khalwani)

fruit seeds were recently removed from his mouth after chewing by Orangutan

 

 

 

the impact of forest fires on orangutans

Dampak Kebakaran Hutan Gambut terhadap Orangutan (Pongo pygmaeus)

Photo by : Khulfi M Khalwani (langitborneo@gmail.com)

DSCF4255
Kebakaran hutan mengakibatkan banyak spesies tumbuhan yang menjadi bahan makanan orangutan dan tempat bersarang menjadi berkurang…

Forest fires resulted in many species of plants into food orangutans and nesting places to be reduced

Orangutan adalah primata arboreal. Mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di pohon.

Orangutans are arboreal primates. They spend most of their lives in trees.

Kebakaran Hutan mengancam kehidupan orangutan untuk jangka panjang.

Forest fires threaten the lives of orangutans for the long term.

DSCF4260
Bekas sarang Orangutan yang tersisa pada area bekas terbakar di Taman Nasional Sebangau (Photo : Khulfi M Khalwani)

Former of orangutan nests remaining in the burnt area in Sebangau National Park.

Kegiatan pencegahan kebakaran hutan harus menjadi prioritas dan disesuaikan dengan akar masalah penyebab kebakaran.

Forest fire prevention activities must be a priority and adapted to the root of the problem causing fire.

sarang5
Salah satu sarang Orangutan kelas A di Taman Nasional Sebangau (Photo : Khulfi M Khalwani)

Peat Forest Fires Impact at the Fisheries Sector

Dampak Kebakaran Hutan Gambut Pada Sektor Perikanan

(Foto : Khulfi M Khalwani)

 

DSCF4527
Pondok nelayan di Sungai Sebangau – Kalimantan Tengah

fishing huts in Sebangau River

DSCF4279

Ikan Kanibal – Ikan Toman = Salah satu jenis ikan yang ada di Rawa Gambut Sebangau

 

One of the fish species in Sebangau Peat Swamp Forest – Central Borneo

a ikan
Salah seorang nelayan yang mengeluhkan semakin menurunnya hasil tangkapan ikan di sungai Sebangau  Kalimantan Tengah

A fisherman who complained about the decline in fish catches in the river Sebangau Central Kalimantan

 

DSCF3425
Wawancara dengan salah satu pengepul ikan dari para Nelayan di Desa Kereng Bengkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Interview with one of the collectors of fish from the fisherman in the village of Kereng Bengkirai, Palangkaraya, Central Kalimantan

DSCF3420
Saat musim kemarau dan terjadi kebakaran banyak nelayan yang tidak bisa mencari ikan. Selain karena hasil  tangkapan yang menurun aksesibilitas juga menjadi sulit

During the dry season and there is a fire many fishermen are not able to find fish. In addition because of declining catches accessibility also be difficult

HAPKA FAHUTAN IPB

Efektivitas Pencegahan Kebakaran Hutan

Oleh : Khulfi M Khalwani 1)

  • Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Program Studi Ilmu Pengelolaan Hutan.

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada tahun 1997/98 telah dianggap sebagai salah satu bencana lingkungan terburuk sepanjang abad karena dampak kerusakan hutan dan jumlah emisi karbon yang dihasilkan sangatlah besar (Glover dan Jessup 2002). Walau demikian, hingga saat ini kebakaran masih menjadi ancaman terutama saat musim kemarau. Terbukti pada tahun 2015 ini kebakaran hutan dan lahan telah melanda di beberapa provinsi yang menjadi langganan dan bahkan menimbulkan berbagai kerugian ekonomis baik dari kerusakan dan kehilangan nilai biofosik; dampak sosial lintas sektoral akibat perubahan lingkungan; dan munculnya biaya yang ditimbulkan akibat kebakaran seperti biaya pemadaman dan biaya restorasi/rehabilitasi.

Pada tahun 2014 sebenarnya juga terjadi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, namun secara kuantitas luasnya lebih kecil dibandingkan tahun 2015 dan secara pemberitaan di media massa juga kurang menjadi isu yang menarik karena dikalahkan oleh topik berita Pemilu dan Pilpres. Meskipun sebenarnya dari data yang ada pada bulan September – Oktober 2014 beberapa maskapai penerbangan juga mengalami gangguan akibat dampak asap khususnya di lokasi penelitian yang penulis lakukan di Kalimantan Tengah.

Kebakaran bisa terjadi di dalam kawasan hutan (produksi, lindung, atau konservasi) dan di luar kawasan hutan (lahan milik perusahaan atau masyarakat), baik pada tanah mineral maupun gambut (Saharjo 1997; Page et al 2002; Syaufina 2008). Kebakaran hutan pada tipe tanah gambut jauh lebih sulit dipadamkan karena api dapat menyebar pada vegetasi dan bahan bakar lainnya di atas permukaan serta menjalar di dalam lapisan tanah gambut melalui proses pembaraan (Sumantri 2007). Proses pembaraan (smoldering) ini sulit diketahui penyebarannya secara visual namun besar dampaknya untuk kerusakan selanjutnya (Rein et al 2008).

Lebih dari 90 % penyebab kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh aktifitas manusia. Banyak pihak yang dirugikan akibat kebakaran hutan namun banyak juga pihak yang diuntungkan oleh kejadian ini. Tampaknya hal inilah yang membuat kebakaran terus terjadi. Sebagai contoh tidak sedikit dari masyarat umum, termasuk aparat pemerintahan dan anggota Dewan juga memiliki areal lahan yang dibiarkan terbakar untuk selanjutnya dijadikan kebun sawit atau untuk dijual.

Berdasarkan trend data hotspot, dari sisi waktu dapat dilihat sejak tahun 2000 hingga tahun 2015 jumlah hotspot terbanyak terjadi pada bulan Juli – Oktober  di setiap tahun yang berarti potensi kejadian kebakaran hutan terbanyak juga berlangsung pada periode bulan ini. Oleh karena itu upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan seharusnya sudah dapat diantisipasi dan dianggarkan setiap tahunnya khususnya pada bulan Mei dan Juni sebelum memasuki periode puncak hotspot.

Dari sisi status lahan, kebakaran juga lebih banyak terjadi pada lahan milik perusahaan dan masyarakat, meskipun pada beberapa provinsi, kebakaran ekosistem gambut pada hutan negara juga terjadi. Secara statistik kerapatan hotspot tertinggi  ialah pada lokasi-lokasi yang tidak jauh dari akses jalan, sungai dan kanal. Hal ini dapat diartikan faktor aksesibilitas juga mempengaruhi terhadap jumlah hotspot. Program pemerintah Jokowi untuk menambah akses jalan hingga daerah perbatasan melewati kawasan hutan haruslah benar-benar dikawal agar kebakaran tidak terulang.

Dari sisi tren waktu langganan hotpot sudah diketahui. Dari sisi lokasi rawan kebakaran juga sudah diketahui. Lalu mengapa kebakaran ini tetap terjadi ?

Terlepas dari masalah politik bangsa antara dua koalisi besar yang dihubung-hubungkan dengan penyebab kebakaran pada tahun 2015 ini. Kenyataannya kebakaran hutan dan lahan sudah rutin terjadi hampir setiap tahun. Sehingga yang harus diperhatikan kedepannya adalah bagaimana skema pencegahan kebakaran hutan yang efektif baik dari segi  program dan alokasi anggaran maupun dari segi implementasi di lapangan.

Ketidaksingkronan antara penyebab kebakaran dan cara penanggulangannya terjadi di semua negara di dunia. Di Indonesia dan Brazil penyebab utama kebakaran adalah masalah sosial dan politik, namun prioritas rencana dan aksi penanggulangannya adalah teknis dan riset pemadaman kebakaran. Ketidaksingkronan ini ditengarahi melambatkan usaha penanggulangan kebakaran hutan (Carmenta et al 2011).

Kerugian kebakaran sangatlah besar secara ekonomi meliputi Kerusakan sumberdaya alam baik hasil hutan kayu maupun hasil hutan non kayu, sektor transportasi, sektor kesehatan dan pendidikan masyarakat, sektor perikanan air tawar (sungai dan rawa gambut) dan ditambah dengan alokasi anggaran yang lebih besar lagi untuk upaya pemadaman kebakaran baik lewat darat maupun udara serta biaya restorasi dan rehabilitasi yang dilakukan. Jika nilai kerugian ekonomi ini dibandingkan dengan anggaran pencegahan kebakaran hutan yang dialokasikan mungkin bisa diibarat membandingkan ukuran buah semangka dengan ukuran bijinya.

Kawasan hutan di Indonesia cukup luas sedangkan SDM yang mengelola pada tingkat tapak bisa dikatakan terbatas, sehingga strategi kegiatan pencegahan kebakaran sebaiknya lebih memperhatikan lagi masalah penyebab kebakaran pada masing-masing lokasi.

Dengan digabungnya Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup seharusnya kedepannya Pemerintah berani menjamin bahwa kebakaran hutan tidak akan terjadi lagi. Srateginya ialah Pemerintah dan Anggota Dewan sebaiknya jangan “pelit” untuk mengalokasikan anggaran pencegahan kebakaran hutan yang mencakup upaya penguatan kapasitas SDM, pelibatan masyarakat, penguatan teknologi, penguatan anggaran siap pakai dan yang paling penting adalah penguatan kelembagaan pada intansi-instansi teknis terkait di tingkat tapak agar kegiatan pencegahan dapat berjalan lebih efektif.

Secara hukum sebaiknya pemerintah berani dengan tegas menidak perusahaan dan kontraktor pelaksana land clearing yang terbukti sengaja membakar dan secara ekonomi anggaran sebaiknya pemerintah juga berani mengalokasikan anggaran untuk memperbanyak kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi rawan kebakaran, baik dalam bentuk penertiban hukum melalui operasi gabungan maupun pemberdayaan melalui bantuan modal (insentif) yang adil dan transparan apabila masyarakat bisa menjamin untuk tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah sekitar pemukiman mereka.AREA Bekas Terbakar di Bantutung Palangka Raya

PENGEMBANGAN JELUTUNG RAWA Dyera lowii

 
Laju degradasi hutan rawa gambut sepuluh tahun terakhir ini sudah sampai pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Sebagai gambaran pada tahun 2001 total hutan rawa gambut yang masih baik hanya tinggal 10 % dari total luas hutan rawa gambut tahun 1991. Sisanya berupa semak belukar, areal terbuka dan hutan rawa gambut terfragmentasi (Boehm et al. 2003).
 
Eksploitasi hutan melalui Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan pembangunan saluran pengairan proyek PLG menyebabkan hutan rawa gambut menjadi lahan terbuka. Pembangunan Saluran Induk Primer (SIP) yang memotong kubah gambut (dome) menyebabkan terjadinya penurunan permukaan gambut (subsidence) dan lapisan gambut menjadi kering tak balik (irreversible drying) yang mempermudah terjadinya kebakaran. Selain itu, pembangunan sistem tata air akan mempercepat habisnya hutan-hutan di pedalaman oleh maraknya penebangan liar (illegal logging) yang memanfaatkan saluran untuk transportasi. 
 
Hal ini mengakibatkan beberapa species tumbuhan komersil menjadi menurunnya jumlah dan kualitas genetik seperti ramin (Gonystyllus bancanus), jelutung (Dyera pollyphylla), kempas (Koompassia malaccensis), ketiau (Ganua motleyana) dan nyatoh (Palaquium cochleria). 
Image
 
 
Pada jaman dahulu Indonesia merupakan penghasil utama getah jelutung, hampir seluruh produksi getah jelutung Indonesia diekspor ke luar negeri dalam bentuk bongkah. Negara tujuan ekspor meliputi Singapura, Jepang dan Hongkong. Getah jelutung berfungsi sebagai bahan baku pembuatan permen karet yang dimulai pada tahun 1920-an dan pada tahun 1940-an getah jelutung telah menggeser posisi lateks dari pohon Achras sapota, yaitu pohon penghasil bahan baku asli permen karet yang berasal dari Amerika Tengah. Getah jelutung juga digunakan dalam industri perekat, laka, lanolic, vernis, ban, water proofing dan cat serta sebagai bahan isolator dan barang kerajinan. Akan tetapi seiring dengan kerusakan hutan rawa gambut, pohon-pohon jelutung sudah berkurang keberadaanya. 
 
Kondisi ini mengakibatkan pendapatan masyarakat menurun. Kompas (21 Agustus 2001) memberitakan sekitar 400 kepala keluarga di dua desa Sei Hanyo dan Katanjung, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah tersebut selama ini menggantungkan hidupnya dengan menyadap getah jelutung dari hutan kini resah, karena pohon-pohon jelutung yang menjadi sumber mata pencaharian mereka nyaris habis. Ketika pohon jelutung berdiameter 40 cm masih banyak ditemui, setiap minggu, mereka bisa mendapatkan hasil sekitar tiga ton getah jelutung yang harganya Rp 85.000 per kuintal atau Rp 850 per kg. Sekarang masyarakat berhenti total menyadap jelutung karena sudah habis ditebang. Kayu bulat jelutung itu, sebagian besar sudah dijual ke pabrik di Banjarmasin dengan harga kayu jelutung mencapai Rp 1,2 juta per meter kubik. 
 
Lebih lanjut lagi menurut Kompas ( 17 Desember 2005 ) warga pedalaman Kalimantan Tengah saat ini kembali meminati usaha penyadapan getah karet dan jelutung, seiring membaiknya harga komoditas tersebut. Harga getah jelutung di wilayahnya Rp 350.000 per kuintal. Selain kayunya dimanfaatkan untuk bahan bangunan, getah jelutung sebagai bahan baku permen karet. 
Image
 
Didasari semakin menurunnya potensi jelutung baik dari jumlah, maupun kualitas genetik dan berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat, maka diperlukan penelitian teknik budidaya dibarengi dengan pemuliaan jenis ini perlu dilakukan. Disadari, bersama bahwa informasi dan kegiatan-kegiatan penelitian terhadap jenis-jenis hutan rawa gambut ini masih sangat terbatas dan kegiatan pemuliaannya sampai saat ini belum dilakukan, maka diperlukan serangkaian kegiatan yang merupakan langkah strategi pemuliaan jenis-jenis hutan rawa gambut umumnya dan khususnya jenis jelutung.

Album Religi ‘Mengaku’ UNGU terbaru

http://www.youtube.com/watch?v=c74Z-XwTslk 

http://www.youtube.com/watch?v=c74Z-XwTslk

Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan

Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan  mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 163/Kpts-II/2003 Tanggal : 26 Mei 2003.
1. Kelompok Jenis Meranti/ Kelompok Komersial Satu
2. Kelompok Jenis Kayu Rimba Campuran/ Kelompok Komersial Dua
3. Kelompok Jenis Kayu Ebony/ Kelompok Indah Satu
4. Kelompok Jenis Kayu Indah/ Kelompok Indah Dua

Image

I.  Kelompok Jenis Meranti/ Kelompok Komersial Satu

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

Agathis

Dama Sulawesi, Damar Jawa, Damar Sigi Sumatera, Damar Bindang Kalimantan

Agathis spp

2.

Balau

Damar Laut, Semantok Aceh , Selangan Batu, Anggelam, Amperok

Shorea spp; Parashorea spp

3.

Balau Merah

Balau laut, Batu tuyang, Damar laut merah, Putang, Lempung abang

Shorea spp

4.

Bangkirai

Benuas, Balau mata kucing, Hulo dereh, Kerangan, Puguh, Jangkang putih

Shorea laevis Ridl; Shorea laevifolia Endert; Hopea spp; Shorea kunstleri

5.

Damar

Damar

Araucaria spp

6.

Durian

Durian burung, Lahong, Layung, Apun, Begurah, Punggai, Durian hantu, Enggang

Durio carinatus Mast; Durio spp, Coelostegia spp

7.

Gia

Delingsem, Kayu batu, Melunas, Kayu kerbau, Momala

Homalium tomentosum Roxb Benth, Homalium Foetidum Roxb Benth

8.

Giam

Resak batu, Resak gunung

CotyleloBIum spp

9.

Jelutung

Pulai nasi, Pantung gunung, Melabuai

Dyerspp

10.

Kapur

Kamper, Ky. kayatan, Empedu, Keladan

Dryobalanops spp

11.

KapurPetanang

Kapur Guras

Dryobalanops oblongifolia Dyer

12.

Kenari

Kerantai, Ki tuwak, Binjau, Asam-asam, Kedondong, Resung, Bayung, Ranggorai, Mertukul

Canarium spp, Dacryodes spp, Trioma spp, Santiria spp

13.

Keruing

Tempuran, Lagan, Merkurang, Kawang, Apitong, Tempudau

Dipterocarpus spp

14.

Kulim

Kayu bawang hutan

Scorodocarpus borneensis Becc

15.

Malapari

Malapari

Pongamia pinnata L Pierre

16.

Matoa

Kasai, Taun, Kungki, Hatobu, K. sapi Jawa, Tawan Maluku, Ihi mendek Irian Jaya

Pometia spp

17.

Medang

Sintuk, Sintok lancing, KitTeja, Ki tuha, Ki sereh, Selasihan

Cinnamomum spp

18.

Meranti Kuning

Damar tanduk, Damar buah, Damar hitam, Damar kelepek

Shorea acuminatissima Sym, Shorea balanocarpoides Sym, Shorea faguetiana Heim, Shoreascollaris V. Sloot; Shorea gibbosaBrandis

19.

Meranti Merah

Banio, Seraya merah, Kontoy bayor, Campaga, Lempong, Kumbang, Majau, Meranti ketuko, Ketrahan, Ketir, Cupang

Shorea Palembanica Miq, Shorea lepidota BI, Shorea ovalis BI, Shorea Johorensis Foxw, Shorea leptoclados Sym, Shorea leprosula Miq, Shorea patyclados sloot. Ex foxw.

20.

Meranti Putih

Baong, Baung, Kebaong, Belobungo, Bayong Sumatera, Kalimantan, Damar kaca, Damar kucing, Kikir, Udang, Udang ulang, Damar hutan, Anggelam tikus, Kontoi tembaga, Maharam potong, Damar mata kucing, Bunyau, Pongin, Awan punuk, Mehing Sumatera, Kalimantan, Damar tenang putih, Honi Maluku, Damar lari-lari, Temungku Sulawesi, Lalari, Tambia putih Sulawesi, Hili  Maluku

Shorea vrescens Parijs, Shorea retionodes V.SI, Shorea javanicaK. et. Val, Shorea bracteolataDyer, Shorea ochracea Sym,Shorea lamellata Foxw, Shorea assamica Dyer, Shorea koordesii Brandis

21.

Merawan

Ngerawan, Cengal, Amang besi, Cengal balaw, Emang, Tekam

Hopea spp; Hopea Dyeri; Hopea sangal Kort

22.

Merbau

Anglai, Ipil, Tanduk Maluku, Kayu besi Papua, Maharan Sumatera

Intsia spp

23.

Mersawa

Damar kunyit, Masegar, Ketimpun, Tabok, Tahan, Cengal padi

Anisoptera spp

24.

Nyatoh

Suntai, Balam, Jongkong, Hangkang, Katingan, Mayang batu, Bunut, Kedang, Bakalaung, Ketiau, Jengkot, Kolan

Palaquium spp; Payena spp, Madhuca spp

25.

Palapi

Mengkulang, Teraling, Dungun, Talutung, Lesi-Lesi.

Heritiera tarrietia spp

26.

Penjalin

Rempelas, Ki jeungkil, Ki endog Sunda, Cengkek Jawa, Pusu Sumbawa

Celtis spp

27.

Perupuk

Kerupuk, Pasana, Aras, Mandalaksa

Lophopetalum spp

28.

Pinang

Melunak, Ki sigeung, Kelembing, Ki sinduk

Pentace spp

29

Pulai

Kayu gabus, Rita, Gitoh, Bintau, Basung, Pule, Pulai miang

Alstonia spp

30.

Rasamala

Tulasan Sumatera, Mala Jawa, Mandung Mnkb

Altingia excelsa Noronha

31.

Resak

Damar along, Resak putih

Vatica spp

II. Kelompok Jenis Kayu Rimba Campuran/ Kelompok Komersial Dua

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

Bakau

Tumu, Lenggadai, Jangkar, Tanjang, Putut, Busing, Mata buaya

Rhizophora spp dan Bruguieraspp

2.

Bayur

Walang, Wayu, Balang, Wadang

Pterospermum spp

3.

Benuang

Benuang bini, Winuang

Octomeles sumatrana Miq

4.

Berumbung

Kayu lobang, Barumbung, Kayu gatal

Adina minutiflora Val; Pertusadina spp

5.

Bintangur

Bunoh, Nyamplung, Penaga

Calophyllum spp

6.

Bipa

Kayu wipa

Pterygota spp

7.

Bowoi

Rayango, Merang, Terangkuse

Serianthes minahassae Merr & Perry Syn, Albizia minahasaeKoord

8.

Bugis

Grepau

Koordersiodendron pinnatum Merr

9.

Cenge

Cenge, Cingo

Mastixia tostrata BI

10.

Duabanga

Benuang laki, Takir, Aras

Duabanga moluccana BI

11.

Ekaliptus

Ampupu Sulawesi, Aren Maluku, Leda, Tampai, Kayu putih

Eucalyptus spp

12.

Gelam

Kayu putih

Melaleuca spp

13.

Gempol

Wosen, Klepu pasir, Anggrit

Nauclea spp

14.

Gopasa

Teraut, Laban

Vitex spp

15.

Gerunggang/ Derum

Madang baro, Adat, Temau, Mampat, Butun, Kemutul

Cratoxylum spp

16.

Jabon

Kelampayan, Laran, Semama

Anthocephalus spp

17.

Jambu-jambu

Kelat, Ki tembaga, Jambu

Eugenia spp

18.

Kapas-kapasan

Hapas-hapas, Tapa-tapa, Leman

Exbucklandia populnea R. Brown

19.

Kayu kereta

Rengas sumpung, Merpauh, Bagel mirah

Swintonia spp

20.

Kecapi

Papung, Kelam, Sentul

Sandoricum spp

21.

Kedondong Hutan

Coco, Kacemcem, Leuweung

Spondias spp

22.

Kelumpang

Kepuh, Kalupat, Lomes

Sterculia spp

23.

Kembang semangkok

Merpayang, Kepayang

Scaphium macropodum J. B

24.

Kempas

Impas, Tualang ayam, Hampas

Koompassia malaccensis Maing

25.

Kenanga

Kananga

Cananga sp

26.

Keranji

Kayu lilin, Maranji

Dialium spp

27.

Ketapang

Kalumpit, Jelawai, Jaha, Klumprit

Terminalia spp

28.

Ketimunan

Seranai, Temirit, Kayu reen

Timonius spp

29.

Lancat

Kundur, Modjiu, Raimagago

Mastixiodendron spp

30.

Lara

Lompopaito, Nani, Langera

Metrosideros spp dan Xanthostemon spp

31.

Mahang

Merkubung, Mara, Benua

Macaranga spp

32.

Medang

Manggah, Huru kacang, Keleban, Wuru, Kunyit

Litsea firma Hook f; Dehaasiaspp

33.

Mempisang

Mahabai, Hakai rawang, Empunyit, Jangkang, Banitan, Pisang-pisang

Mezzetia parviflora Becc; Xylopiaspp; Alphonsea spp; Kandelia candell Druce

34.

Mendarahan

Tangkalak, Au-au, Ki mokla, Kumpang, Ky luo, Darah-darah, Huru

Myristica spp, Knema spp

35.

Menjalin

Lilin, Ki endog, Segi landak

Xanthophyllum spp

36.

Mentibu

Jongkong, Merebung

Dactylocladus stenostachys Oliv

37.

Merambung

Merambung

Vernonia arborea Han

38.

Punak

Kayu malaka, Cerega

Tetramerista glabra Miq

39.

Puspa

Sinar telu, Madang getah, Seru

Schima spp

40.

Rengas

Rengas tembaga, Rangas

Gluta aptera King Ding Hou

41.

Saninten

Sarangan, Kalimorot, Ki hiur

Castanopsis argentea A. DC

42.

Sengon

Jeungjing, Tawa kase, Sika Maluku

Paraserianthes falcataria L.Nielsen Syn

43.

Sepat

Waru gunung, Kalong

Berrya cordofolia Roxb

44.

Sesendok

Kayu bulan, Sendok-sendok, Kayu raja, Garung, Kayu labu

Endospermum spp

45.

Simpur

Sempur, Segel, Janti, Dongi

Dillenia spp

46.

Surian

Kalantas, Suren

Toona sureni Merr

47.

Tembesu

Tomasu, Kulaki, Malbira, Kitandu

Fragraea spp

48.

Tempinis

Damuli, Kayu besi

Sloetia elongata Kds

49.

Tepis

Banitan, Pemelesian, Kayu tinyang, Kayu bulan, Banet, Kayu kalet

Polyalthia glauca Boerl

50.

Tenggayun

Buku ongko, Pejatai, Purut bulu

Parartocarpus spp

51.

Terap

Tara, Cempedak, Kulur, Teureup

Artocarpus spp

52.

Terentang

Tumbus, Pauh lebi

Campnosperma spp

53.

Terentangayam

Pauhan, Antumbus, Talantang

Buchanania spp

54.

Tusam

Pinus, Damar batu, Uyam

Pinus spp

55.

Utup

U t u p

Aromadendron sp

III. Kelompok Jenis Kayu Eboni/ Kelompok Indah Satu

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

Eboni Bergaris

Maitong, Kayu lotong, Sora, Amara

Diospyros celeBIca Bakh

2.

Eboni Hitam

Kayu hitam, Maitem, Kayu waled

Diospyros rumphii Bakh

3.

Eboni

Baniak, Toli-toli, Kayu arang, Kanara, Gito-gito, Bengkoal, Malam

Diospyros spp D. ebenum Koen, D. ferrea Bakh, D. lolin Bakh, D. macrophylla BI, D. cauliflora BI, D. areolata King et G

IV. Kelompok Jenis Kayu Indah/ Kelompok Indah Dua

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

Bongin

Pauh kijang, Sepah, Kayu batu

Irvingia malayana Oliv

2.

Bungur

Wungu, Tekuyung, Benger, Ketangi

Lagerstroemia speciosa Pers

3.

Cempaka

Minjaran, Wasian, Manglid, Sitekwok, Kantil, Capuka

Michelia spp, Elmerrillia sppDandy

4.

Cendana

Kayu kuning, Lemo daru

Santalum album L

5.

Dahu

Dao, Sengkuang, Basuong, Koili

Dracontomelon spp

6.

Johar

Juar, Trenggguli, Sebusuk, Bobondelan

Cassia spp

7.

Kuku

Kayu laut, Papus, Nani laut

Pericopsis mooniana Thw

8.

Kupang

Kayu ruan, Saga

Ormosia spp

9.

Lasi

Adina, Kilaki

Adinauclea fagifolia Ridsd

10.

Mahoni

Mahoni

Swietenia spp

11.

Melur

Sampinur tali, Jamuju, Ki merah, Cematan, Alau, Kayu embun, Kayu cina, Sandu, Sampinur bunga

Dacrydium junghuhnii Miq; Podocarpus spp; Dacrydium spp

12.

Membacang

Limus piit, Ambacang, Wani, Mempelam, Asam. Mangga

Mangifera spp

13.

Mindi

Bawang kungut

Melia spp

14.

Nyirih

Nyireh, Niri

Xylocarpus granatumJ. Konig

15.

Pasang

Mempening, Baturua, Kasunu, Triti

Quercus spp

16.

Perepat Darat

Marapat, Teruntum batu

Combretocarpus rotundatus Dans

17.

Raja Bunga

Segawe, Klenderi, Saga

Adenanthera spp

18.

Rengas

Ingas, Suloh, Rangas, Rengas burung

Gluta spp; Melanorrhoea spp

19.

Ramin

Gaharu buaya, Medang keladi, Keladi, Miang

Gonystylus bancanus Kurz

20.

Sawokecik

Subo, Ki sawo

Manilkara spp

21.

Salimuli

Kendal, Klimasada, Purnamasada

Cordia spp

22.

Sindur

Sepetir, Sasumdur, Mobingo

Sindora spp

23.

Sonokembang

Angsana, Linggua, Nala, Candana

Pterocarpus indicus Willd

24.

Sonokeling

Linggota, Sono sungu, Sonobrits

Dalbergia latifolia Roxb

25.

Sungkai

Jati seberang, Jati londo

Peronema canescens Jack

26.

Tanjung

Sawo manuk, Karikis

Mimusops elengi L.

27.

Tapos

Kelampai, Setan, Kedui, Wayang

Elateriospermum tapos BI

28.

Tinjau Belukar

Lontar kuning

Pteleocarpus lampongus Bakh

29.

Torem

Sawai, Torem

Manikara kanosiensis H.j. L. et B. M.

30.

Trembesi

Ki hujan

Samanea saman Merr

31.

Ulin

Kayu besi, Bulian, Kokon

Eusideroxylon zwageri T.et.b.

32.

Weru

Beru, Ki hiyang, Bengkal

Albizia procera Ben

I.  Kelompok Jenis Meranti/ Kelompok Komersial Satu

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

Agathis

Dama Sulawesi, Damar Jawa, Damar Sigi Sumatera, Damar Bindang Kalimantan

Agathis spp

2.

B a l a u

Damar Laut, Semantok Aceh , Selangan Batu, Anggelam, Amperok

Shorea spp; Parashorea spp

3.

Balau Merah

Balau laut, Batu tuyang, Damar laut merah, Putang, Lempung abang

Shorea spp

4.

Bangkirai

Benuas, Balau mata kucing, Hulo dereh, Kerangan, Puguh, Jangkang putih

Shorea laevis Ridl; Shorea laevifolia Endert; Hopea spp; Shorea kunstleri

5.

D a m a r

Damar

Araucaria spp

6.

Durian

Durian burung, Lahong, Layung, Apun, Begurah, Punggai, Durian hantu, Enggang

Durio carinatus Mast; Durio spp, Coelostegia spp

7.

G i a

Delingsem, Kayu batu, Melunas, Kayu kerbau, Momala

Homalium tomentosum Roxb Benth, Homalium Foetidum Roxb Benth

8.

G i a m

Resak batu, Resak gunung

CotyleloBIum spp

9.

Jelutung

Pulai nasi, Pantung gunung, Melabuai

Dyerspp

10.

K a p u r

Kamper, Ky. kayatan, Empedu, Keladan

Dryobalanops spp

11.

Kapur Petanang

Kapur Guras

Dryobalanops oblongifolia Dyer

12.

Kenari

Kerantai, Ki tuwak, Binjau, Asam-asam, Kedondong, Resung, Bayung, Ranggorai, Mertukul

Canarium spp, Dacryodes spp, Trioma spp, Santiria spp

13.

Keruing

Tempuran, Lagan, Merkurang, Kawang, Apitong, Tempudau

Dipterocarpus spp

14.

K u l i m

Kayu bawang hutan

Scorodocarpus borneensis Becc

15.

Malapari

Malapari

Pongamia pinnata L Pierre

16.

Matoa

Kasai, Taun, Kungki, Hatobu, K. sapi Jawa, Tawan Maluku, Ihi mendek Irian Jaya

Pometia spp

17.

Medang

Sintuk, Sintok lancing, KitTeja, Ki tuha, Ki sereh, Selasihan

Cinnamomum spp

18.

Meranti Kuning

Damar tanduk, Damar buah, Damar hitam, Damar kelepek

Shorea acuminatissima Sym, Shorea balanocarpoides Sym, Shorea faguetiana Heim, Shoreascollaris V. Sloot; Shorea gibbosaBrandis

19.

Meranti Merah

Banio, Seraya merah, Kontoy bayor, Campaga, Lempong, Kumbang, Majau, Meranti ketuko, Ketrahan, Ketir, Cupang

Shorea Palembanica Miq, Shorea lepidota BI, Shorea ovalis BI, Shorea Johorensis Foxw, Shorea leptoclados Sym, Shorea leprosula Miq, Shorea patyclados sloot. Ex foxw.

20.

Meranti Putih

Baong, Baung, Kebaong, Belobungo, Bayong Sumatera, Kalimantan, Damar kaca, Damar kucing, Kikir, Udang, Udang ulang, Damar hutan, Anggelam tikus, Kontoi tembaga, Maharam potong, Damar mata kucing, Bunyau, Pongin, Awan punuk, Mehing Sumatera, Kalimantan, Damar tenang putih, Honi Maluku, Damar lari-lari, Temungku Sulawesi, Lalari, Tambia putih Sulawesi, Hili  Maluku

Shorea vrescens Parijs, Shorea retionodes V.SI, Shorea javanicaK. et. Val, Shorea bracteolataDyer, Shorea ochracea Sym,Shorea lamellata Foxw, Shorea assamica Dyer, Shorea koordesii Brandis

21.

Merawan

Ngerawan, Cengal, Amang besi, Cengal balaw, Emang, Tekam

Hopea spp; Hopea Dyeri; Hopea sangal Kort

22.

Merbau

Anglai, Ipil, Tanduk Maluku, Kayu besi Papua, Maharan Sumatera

Intsia spp

23.

Mersawa

Damar kunyit, Masegar, Ketimpun, Tabok, Tahan, Cengal padi

Anisoptera spp

24.

Nyatoh

Suntai, Balam, Jongkong, Hangkang, Katingan, Mayang batu, Bunut, Kedang, Bakalaung, Ketiau, Jengkot, Kolan

Palaquium spp; Payena spp, Madhuca spp

25.

Palapi

Mengkulang, Teraling, Dungun, Talutung, Lesi-Lesi.

Heritiera tarrietia spp

26.

Penjalin

Rempelas, Ki jeungkil, Ki endog Sunda, Cengkek Jawa, Pusu Sumbawa

Celtis spp

27.

Perupuk

Kerupuk, Pasana, Aras, Mandalaksa

Lophopetalum spp

28.

Pinang

Melunak, Ki sigeung, Kelembing, Ki sinduk

Pentace spp

29

P u l a i

Kayu gabus, Rita, Gitoh, Bintau, Basung, Pule, Pulai miang

Alstonia spp

30.

Rasamala

Tulasan Sumatera, Mala Jawa, Mandung Mnkb

Altingia excelsa Noronha

31.

R e s a k

Damar along, Resak putih

Vatica spp

II. Kelompok Jenis Kayu Rimba Campuran/ Kelompok Komersial Dua

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

B a k a u

Tumu, Lenggadai, Jangkar, Tanjang, Putut, Busing, Mata buaya

Rhizophora spp dan Bruguieraspp

2.

B a y u r

Walang, Wayu, Balang, Wadang

Pterospermum spp

3.

Benuang

Benuang bini, Winuang

Octomeles sumatrana Miq

4.

Berumbung

Kayu lobang, Barumbung, Kayu gatal

Adina minutiflora Val; Pertusadina spp

5.

Bintangur

Bunoh, Nyamplung, Penaga

Calophyllum spp

6.

B i p a

Kayu wipa

Pterygota spp

7.

B o w o i

Rayango, Merang, Terangkuse

Serianthes minahassae Merr & Perry Syn, Albizia minahasaeKoord

8.

B u g i s

Grepau

Koordersiodendron pinnatum Merr

9.

Cenge

Cenge, Cingo

Mastixia tostrata BI

10.

Duabanga

Benuang laki, Takir, Aras

Duabanga moluccana BI

11.

Ekaliptus

Ampupu Sulawesi, Aren Maluku, Leda, Tampai, Kayu putih

Eucalyptus spp

12.

G e l a m

Kayu putih

Melaleuca spp

13.

Gempol

Wosen, Klepu pasir, Anggrit

Nauclea spp

14.

Gopasa

Teraut, Laban

Vitex spp

15.

Gerunggang/ Derum

Madang baro, Adat, Temau, Mampat, Butun, Kemutul

Cratoxylum spp

16.

J a b o n

Kelampayan, Laran, Semama

Anthocephalus spp

17.

Jambu-jambu

Kelat, Ki tembaga, Jambu

Eugenia spp

18.

Kapas-kapasan

Hapas-hapas, Tapa-tapa, Leman

Exbucklandia populnea R. Brown

19.

Kayu kereta

Rengas sumpung, Merpauh, Bagel mirah

Swintonia spp

20.

Kecapi

Papung, Kelam, Sentul

Sandoricum spp

21.

Kedondong Hutan

Coco, Kacemcem, Leuweung

Spondias spp

22.

Kelumpang

Kepuh, Kalupat, Lomes

Sterculia spp

23.

Kembang semangkok

Merpayang, Kepayang

Scaphium macropodum J. B

24.

Kempas

Impas, Tualang ayam, Hampas

Koompassia malaccensis Maing

25.

Kenanga

Kananga

Cananga sp

26.

Keranji

Kayu lilin, Maranji

Dialium spp

27.

Ketapang

Kalumpit, Jelawai, Jaha, Klumprit

Terminalia spp

28.

Ketimunan

Seranai, Temirit, Kayu reen

Timonius spp

29.

Lancat

Kundur, Modjiu, Raimagago

Mastixiodendron spp

30.

L a r a

Lompopaito, Nani, Langera

Metrosideros spp dan Xanthostemon spp

31.

Mahang

Merkubung, Mara, Benua

Macaranga spp

32.

Medang

Manggah, Huru kacang, Keleban, Wuru, Kunyit

Litsea firma Hook f; Dehaasiaspp

33.

Mempisang

Mahabai, Hakai rawang, Empunyit, Jangkang, Banitan, Pisang-pisang

Mezzetia parviflora Becc; Xylopiaspp; Alphonsea spp; Kandelia candell Druce

34.

Mendarahan

Tangkalak, Au-au, Ki mokla, Kumpang, Ky luo, Darah-darah, Huru

Myristica spp, Knema spp

35.

Menjalin

Lilin, Ki endog, Segi landak

Xanthophyllum spp

36.

Mentibu

Jongkong, Merebung

Dactylocladus stenostachys Oliv

37.

Merambung

Merambung

Vernonia arborea Han

38.

P u n a k

Kayu malaka, Cerega

Tetramerista glabra Miq

39.

P u s p a

Sinar telu, Madang getah, Seru

Schima spp

40.

Rengas

Rengas tembaga, Rangas

Gluta aptera King Ding Hou

41.

Saninten

Sarangan, Kalimorot, Ki hiur

Castanopsis argentea A. DC

42.

Sengon

Jeungjing, Tawa kase, Sika Maluku

Paraserianthes falcataria L.Nielsen Syn

43.

S e p a t

Waru gunung, Kalong

Berrya cordofolia Roxb

44.

Sesendok

Kayu bulan, Sendok-sendok, Kayu raja, Garung, Kayu labu

Endospermum spp

45.

Simpur

Sempur, Segel, Janti, Dongi

Dillenia spp

46.

Surian

Kalantas, Suren

Toona sureni Merr

47.

Tembesu

Tomasu, Kulaki, Malbira, Kitandu

Fragraea spp

48.

Tempinis

Damuli, Kayu besi

Sloetia elongata Kds

49.

T e p i s

Banitan, Pemelesian, Kayu tinyang, Kayu bulan, Banet, Kayu kalet

Polyalthia glauca Boerl

50.

Tenggayun

Buku ongko, Pejatai, Purut bulu

Parartocarpus spp

51.

T e r a p

Tara, Cempedak, Kulur, Teureup

Artocarpus spp

52.

Terentang

Tumbus, Pauh lebi

Campnosperma spp

53.

Terentang ayam

Pauhan, Antumbus, Talantang

Buchanania spp

54.

T u s a m

Pinus, Damar batu, Uyam

Pinus spp

55.

U t u p

U t u p

Aromadendron sp

III. Kelompok Jenis Kayu Eboni/ Kelompok Indah Satu

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

Eboni Bergaris

Maitong, Kayu lotong, Sora, Amara

Diospyros celeBIca Bakh

2.

Eboni Hitam

Kayu hitam, Maitem, Kayu waled

Diospyros rumphii Bakh

3.

E b o n i

Baniak, Toli-toli, Kayu arang, Kanara, Gito-gito, Bengkoal, Malam

Diospyros spp D. ebenum Koen, D. ferrea Bakh, D. lolin Bakh, D. macrophylla BI, D. cauliflora BI, D. areolata King et G

IV. Kelompok Jenis Kayu Indah/ Kelompok Indah Dua

No.

Nama Perdagangan

Nama Daerah

Nama Ilmiah

1.

Bongin

Pauh kijang, Sepah, Kayu batu

Irvingia malayana Oliv

2.

Bungur

Wungu, Tekuyung, Benger, Ketangi

Lagerstroemia speciosa Pers

3.

Cempaka

Minjaran, Wasian, Manglid, Sitekwok, Kantil, Capuka

Michelia spp, Elmerrillia sppDandy

4.

Cendana

Kayu kuning, Lemo daru

Santalum album L

5.

D a h u

Dao, Sengkuang, Basuong, Koili

Dracontomelon spp

6.

J o h a r

Juar, Trenggguli, Sebusuk, Bobondelan

Cassia spp

7.

K u k u

Kayu laut, Papus, Nani laut

Pericopsis mooniana Thw

8.

Kupang

Kayu ruan, Saga

Ormosia spp

9.

L a s i

Adina, Kilaki

Adinauclea fagifolia Ridsd

10.

Mahoni

Mahoni

Swietenia spp

11.

M e l u r

Sampinur tali, Jamuju, Ki merah, Cematan, Alau, Kayu embun, Kayu cina, Sandu, Sampinur bunga

Dacrydium junghuhnii Miq; Podocarpus spp; Dacrydium spp

12.

Membacang

Limus piit, Ambacang, Wani, Mempelam, Asam. Mangga

Mangifera spp

13.

M i n d i

Bawang kungut

Melia spp

14.

Nyirih

Nyireh, Niri

Xylocarpus granatumJ. Konig

15.

Pasang

Mempening, Baturua, Kasunu, Triti

Quercus spp

16.

Perepat Darat

Marapat, Teruntum batu

Combretocarpus rotundatus Dans

17.

Raja Bunga

Segawe, Klenderi, Saga

Adenanthera spp

18.

Rengas

Ingas, Suloh, Rangas, Rengas burung

Gluta spp; Melanorrhoea spp

19.

R a m i n

Gaharu buaya, Medang keladi, Keladi, Miang

Gonystylus bancanus Kurz

20.

Sawo kecik

Subo, Ki sawo

Manilkara spp

21.

Salimuli

Kendal, Klimasada, Purnamasada

Cordia spp

22.

Sindur

Sepetir, Sasumdur, Mobingo

Sindora spp

23.

Sonokembang

Angsana, Linggua, Nala, Candana

Pterocarpus indicus Willd

24.

Sonokeling

Linggota, Sono sungu, Sonobrits

Dalbergia latifolia Roxb

25.

Sungkai

Jati seberang, Jati londo

Peronema canescens Jack

26.

Tanjung

Sawo manuk, Karikis

Mimusops elengi L.

27.

T a p  o s

Kelampai, Setan, Kedui, Wayang

Elateriospermum tapos BI

28.

Tinjau Belukar

Lontar kuning

Pteleocarpus lampongus Bakh

29.

T o r e m

Sawai, Torem

Manikara kanosiensis H.j. L. et B. M.

30.

Trembesi

Ki hujan

Samanea saman Merr

31.

U l i n

Kayu besi, Bulian, Kokon

Eusideroxylon zwageri T.et.b.

32.

W e r u

Beru, Ki hiyang, Bengkal

Albizia procera Ben

Blog di WordPress.com. | Tema Baskerville.

Atas ↑

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 353 pengikut lainnya